Menurut Duta Besar Polandia untuk Indonesia Grzegorz Wisniewski bahwa Indonesia dipandang oleh negara-negara Eropa Tengah atau visegrad countries penting sekali. Karena itu, pihaknya mendukung mata kuliah ini, demikian seperti disampaikan Duta Besar Polandia untuk Indonesia Grzegorz Wisniewski ketika memberikan kata sambutan dalam pembukaan mata kuliah visegrad countries di Jakarta, Selasa (19/3).
Ia pun menjelaskan banyak yang bisa dipelajari tentang negara-negara visegrad. Terlebih, mata kuliah UI yang baru ini mengedepankan kajian tentang masyarakat, negara, dan politik.
"Kami sebenarnya sudah bekerja sama lama dengan Indonesia. Kami harap ke depannya akan lebih erat lagi. Saya berterima kasih telah membuka mata kuliah untuk negara-negara eropa tengah ini," sambung Grzegorz.
Wakil Dekan Pascasarjana UI Nur Fahmi Sudarsono mengajak negara-negara Eropa lain untuk ikut berpartisipasi dalam pendalaman negara mereka dalam program studi di UI.
Ia pun berterimakasih atas pendanaan dari International Visegrad Fund yang memberikan bantuan untuk mata kuliah tersebut.
"UI sudah bekerja sama dengan baik bersama visegrad countries. Kami mendorong negara-negara Eropa lain untuk ikut dalam program studi di UI. Untuk pendanaan dari visegrad, kami sangat berterima kasih dan bersyukur," terang Nur.
Ketua Jurusan Kajian Wilayah Eropa Benny Hoed pun menyebut program studinya akan semakin mempererat kerja sama Indonesia dengan negara-negara visegrad yang terdiri dari Polandia, Hungaria, Republik Ceko, dan Slovakia ini.
"Program ini sudah dibentuk sejak 2006. Kita sudah mencetak lebih dari 100 mahasiswa master. Saya harap ini dapat menjadi awalan yang baik untuk kerja sama ke depan," terang Benny.
Visegrad dibentuk dalam pertemuan puncak para kepala negara atau pemerintahan Cekoslowakia, Hungaria, dan Polandia yang diselenggarakan di kota benteng tua Visegrád di Hungaria pada 15 Februari 1991.
Republik Ceko dan Slowakia menjadi anggota setelah keduanya pecah menjadi dua negara pada 1993. Keempat anggota Kelompok Visegrád menjadi bagian dari Uni Eropa pada 1 Mei 2004.
Sumber: Metrotv News





